Matematika

Matematika (dari bahasa Yunani: μαθηματικά - mathēmatiká) adalah studi besaran, struktur, ruang, dan perubahan.

Bangun Ruang

Asyiknya Belajar Bangun Ruang Sisi Datar.

Persamaan Kuadrat

Persamaan kuadrat merupakan persamaan yang pangkat terbesar variabelnya 2.

Materi Peluang

Peluang atau kebolehjadian atau dikenal juga sebagai probabilitas.

Lingkaran

Lingkaran yaitu bangun datar yang terbentuk dari himpunan semua titik persekitaran yang mengelilingi suatu titik asal dengan jarak yang sama.

Perbandingan

Perbandingan adalah membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana.

Minggu, 21 Desember 2014

Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat dua Variabel

A. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel(SPLDV)
Perhatikan kembali tentang materi Siatem Persamaan dan Pertidaksamaan Linear
Beberapa metode penyelesaiannya adalah sebagai berikut
 1. Dengan metode grafik
sebagaimana contoh berikut
a)
16
dan
b)
17
2. Dengan metode eliminasi dan atau substitusi
Perhatikan contoh poin b) di atas. Jika dua buah garis dengan persamaan 3x+y=4  dan 2x-y=1, maka untuk mencari titik potong kedua garis tersebut kita dapat menggunakan metode eliminasi atau substitusi atau gabungan keduanya.
Misalkan kita ingin menggunakan metode gabungan eliminasi dan substitusi, maka
\begin{matrix} 3x&+&y&=&4& \\ 2x& -&y&=&1&\\ \end{matrix}
————————-  +
5x=5
  x=1
Selanjutnya nilai x=1 dimasukkan kesalah satu persamaan, misalkan ke 3x + y = 4, sehingga
x=1\: \: \Rightarrow \: \: 3\left ( 1 \right )+y=4\: \: maka\: \: akan\: \: diperoleh \: \: y=1
Coba cermati lagi ternyata titik potong kedua garis tersebut terletak di (1,1), tepat sebagaimana gambar grafik di atas.
B. Persamaan Kuadrat
Bentuk umum persamaan kuadrat adalah:
\LARGE\boxed{ax^{2}+bx+c=0}
dengan \: \: a,b,c\: \epsilon \: \: \mathbb{R}\: \: dan\: \: a\neq 0
Cara penyelesaian persamaan kuadrat di antaranya sebagai berikut
Persamaan kuadrat \mathbf{ax^{2}+bx+c=0}\: \: dengan\: \: \mathbf{a,b,c\: \epsilon\: \mathbb{R}\: \: dan\: \: a\neq 0 } memiliki akar-akar  \mathbf{x_{1}\: \: dan\: \: x_{2}}  di mana cara memperolehnya dapat menggunakan salah satu di antara 3 cara sebagaimana berikut; pemfaktoran, melengkapkan kuadrat sempurna dan formula abc.
1. Pemfaktoran
\LARGE\boxed{ax^{2}+bx+c=a\left ( x-x_{1} \right )\left ( x-x_{2} \right )=0}
untuk koefisien  x^{2} lebih dari 1, maka ubahlah menjadi  bentuk
\LARGE\boxed{\frac{1}{a}\left ( ax-p \right )\left ( ax-q \right )=0}
Contoh:
a. Tentukan akar-akar dari persamaan kuadrat  x^{2}-3x-10=0
Jawab:
x^{2}-3x-10=\left ( x+2 \right )\left ( x-5 \right )=0 \Leftrightarrow \: \: x=-2\: \: atau \: \: x=5

b. Tentukan akar-akar dari persamaan  2x^{2}-3x-5=0
Jawab:
2x^{2}-3x-5=\frac{1}{2}\left ( 2x+2 \right )\left ( 2x-5 \right )=\left ( x+1 \right )\left ( 2x-5 \right )=0 \Leftrightarrow \: \: x=-1\: \: atau\: \: x=\frac{5}{2}

2. Melengkapkan kuadrat sempurna
ax^{2}+bx+c=0\: \: masing-masing\: \: ruas\: \: dibagi\: \: a,
x^{2}+\frac{b}{a}x+\frac{c}{a}=0
x^{2}+\frac{b}{a}x=-\frac{c}{a}\: \: kedua\: \: ruas\: \: ditambah\: \: \LARGE\boxed{(\frac{b}{2a})^{2}},
x^{2}+\frac{b}{a}x+\left ( \frac{b}{2a} \right )^{2}=-\frac{c}{a}+\left ( \frac{b}{2a} \right )^{2},
\left ( x+\frac{b}{2a} \right )^{2}=\Large{\frac{b^{2}-4ac}{4a^{2}}},
\LARGE\boxed{\left ( x+\frac{b}{2a} \right )^{2}=\Large{\frac{b^{2}-4ac}{4a^{2}}}}.

Contoh:
Dengan melengkapkan kuadrat sempurna, tentukan akar-akar dari  2x^{2}-3x-5=0

Jawab:
2x^{2}-3x-5=0.
\frac{2x^{2}}{2}-\frac{3x}{2}-\frac{5}{2}=\frac{0}{2},
x^{2}-\frac{3}{2}x=\frac{5}{2},
x^{2}-\frac{3}{2}x+\left ( \frac{3}{2\times 2} \right )^{2}=\frac{5}{2}+\left ( \frac{3}{2\times 2} \right )^{2},
\Large{\left ( x-\frac{3}{4} \right )^{2}=\frac{5}{2}+\left ( \frac{3}{4} \right )^{2}},
\Large{\left ( x-\frac{3}{4} \right )=\pm \sqrt{\frac{5}{2}+\frac{9}{16}}=\pm \sqrt{\frac{49}{16}}=\pm \frac{7}{4}},
\Leftrightarrow \: \: \Large{x=\frac{3}{4}\pm \frac{7}{4}},
\Leftrightarrow \: \: \Large{x=\frac{3+7}{4}=\frac{5}{2}\: \: atau\: \: x=\frac{3-7}{4}=-1}.

c. formula abc
Perhatikan kembali langkah pada melengkapkan kuadrat sempurna. formula abc sebenarnya pengembangan dari bagian langkah akhirnya.
ax^{2}+bx+c=0\: \: masing-masing\: \: ruas\: \: dibagi\: \: a,
x^{2}+\frac{b}{a}x+\frac{c}{a}=0
x^{2}+\frac{b}{a}x=-\frac{c}{a}\: \: kedua\: \: ruas\: \: ditambah\: \: \LARGE\boxed{(\frac{b}{2a})^{2}},
x^{2}+\frac{b}{a}x+\left ( \frac{b}{2a} \right )^{2}=-\frac{c}{a}+\left ( \frac{b}{2a} \right )^{2},
\left ( x+\frac{b}{2a} \right )^{2}=\Large{\frac{b^{2}-4ac}{4a^{2}}},
\Large{x+\frac{b}{2a}=\pm\sqrt{\frac{b^{2}-4ac}{4a^{2}}} },
\LARGE\boxed{x=\frac{-b\pm \sqrt{b^{2}-4ac}}{2a}}

Contoh:
Dengan menggunakan formula abc, tentukan akar-akar dari  2x^{2}-3x-5=0

Jawab:
2x^{2}-3x-5=0\left\{\begin{matrix} a &=&2 \\ b &=&-3 \\ c &=&-5 \end{matrix}\right.
\Large{x=\frac{-(-b)\pm \sqrt{(-3)^{2}-4(2)(-5)}}{2(2)}},
\Large{x=\frac{3\pm \sqrt{9+40}}{4}},
\Large{x=\frac{3\pm 7}{4}},
\Leftrightarrow \: \: x=\frac{5}{2}\: \: atau\: \: x=-1.

c. Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat dua Variabel
Bentuk umum:
\left\{\begin{matrix} y &= &ax &+&b \\ y &= &px^{2} &+&qx&+&r \end{matrix}\right.
Langkah-langkah penyelesaian:
  • Substitusikan y=ax+b ke bagian y=px^{2}+qx+r, diperoleh ax+b=px^{2}+qx+r. Sehingga kita mendapatkan px^{2}+(q-a)x+(r-b)=0
  • Nilai-nilai x pada langkah pertama disubstitusikan ke y=ax+b atau y=px^{2}+qx+r
  • Nilai x yang ada tergantung dari nilai diskriminan D persamaan kuadrat , yaitu  \LARGE{D=\left ( q-a \right )^{2}-4p\left ( r-b \right )}
Untuk rincian nilai D sebagai berikut:
\begin{tabular}{|c|c|r|r|}\hline \emph{No}& \multicolumn{1}{|r|}{\emph{Jenis Nilai D}}&{\emph{penjelasan nilai D}}\\\hline 1&\boxed{D>0}&sistem persamaan mempunyai dua anggota dalam himpunan penyelesaiannya\\\hline 2&\boxed{D=0}&sistem persamaan mempunyai tepat satu anggota dalam himpunan penyelesaiannya\\\hline 3&\boxed{D<0}&sistem persamaan tidak memiliki anggota dalam himpunan penyelesaiannya\\\hline\end{tabular}
Contoh:
Tentukan penyelesaian SPLKDV  dari y=x+1  dan  y=x^{2}-3x+4 dan buatlah pula gambar grafiknya?
Jawab:
Langkah pertama yaitu kita samakan-y nya, yaitu \Large\fbox{y=y}
x^{2}-3x+4=x+1\: \: \Leftrightarrow \: \: x^{2}-4x+3=0,
\Leftrightarrow \: \: \left ( x-1 \right )\left ( x-3 \right )=0,
\Leftrightarrow \: \: x=1\: \: \: atau\: \: \: x=3
dengan memasukkan nilai x ke persamaan y=x+1 , maka diperoleh nilai y sebagai berikut:
\left\{\begin{matrix} x &= &1, &y=1+1&=&2&titiknya&(1,2) \\ x &= &3, &y=3+1&=&4&titiknya&(3,4) \end{matrix}\right.
Untuk gambar grafiknya perhatikan ilustrasi berikut:

29

Sumber : https://ahmadthohir1089.wordpress.com/2014/09/16/sistem-persamaan-linier-dan-kuadrat-dua-variabel/

Lingkaran Dalam Segitiga dan Lingkaran Luar Segitiga

Lingkaran luar segitiga merupakan lingkaran yang melalui ketiga titik sudut segitiga.
Bagaimana cara menentukan titik pusat dari lingkaran luar segitiga? Titik pusat lingkaran luar segitiga merupakan perpotongan dari garis sumbu masing-masing sisi segitiga tersebut.
  • Melukis Lingkaran Luar Segitiga
Untuk melukis lingkaran luar segitiga kita membutuhkan jangka. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
  1. Lukislah garis sumbu dari salah satu sisi segitiga. Garis sumbu merupakan garis yang tegak lurus dan membagi sisi segitiga menjadi dua bagian yang sama panjang.
  2. Lukis garis sumbu pada sisi lain segitiga. Garis sumbu kedua ini akan memotong garis sumbu yang dihasilkan pada langkah 1.
    Langkah-langkah Melukis Lingkaran Luar Segitiga
  3. Titik potong kedua garis sumbu merupakan titik pusat dari lingkaran luar segitiga. Aturlah jangka sedemikian sehingga pusatnya ada di titik pusat lingkaran luar dan bagian lainnya pada salah satu titik sudut segitiga. Kemudian dengan pengaturan seperti itu buatlah lingkaran penuh.
Lingkaran yang dihasilkan pada langkah-langkah di atas merupakan lingkaran luar dari segitiga yang diberikan. Untuk lebih memahami dalam melukis lingkaran luar segitiga, perhatikan ilustrasi berikut.
Lingkaran Luar Segitiga
Setelah kita dapat melukis lingkaran luar segitiga, selanjutnya kita akan menentukan jari-jari dari lingkaran tersebut.
  • Menentukan Jari-jari Lingkaran Luar Segitiga
Untuk menentukan jari-jari lingkaran luar segitiga, kita harus mengetahui panjang dari semua sisi segitiga tersebut. Misalkan a, b, dan c adalah panjang sisi-sisi segitiga ABC, dan t adalah tinggi dari segitiga tersebut.
Jari-jari Lingkaran Luar Segitiga
Pertama, lukislah ruas garis yang melalui salah satu titik sudut segitiga dan titik pusat lingkaran. Misalkan ruas garis tersebut adalah ruas garis BD. Selanjutnya dari ujung ruas garis tersebut yang bukan titik sudut segitiga, yaitu titik B, tariklah ruas garis ke titik sudut segitiga yang lain. Misalkan kita tarik ruas garis dari titik B ke titik sudut A, sehingga terbentuk ruas garis AD.
Sudut-sudut ADB dan ACB merupakan sudut keliling yang menghadap busur yang sama, sehingga kedua sudut tersebut kongruen. Sedangkan sudut BAD menghadap diameter, sehingga sudut tersebut memiliki besar 90° atau merupakan sudut siku-siku. Dengan menggunakan prinsip sudut, sudut (sd, sd), kita dapat memperoleh bahwa segitigaBAD sebangun dengan segitiga BEC. Sehingga dengan menggunakan aturan kesebangunan,
Kesebangunan Segitiga
Perhatikan bahwa luas segitiga ABC dapat ditentukan dengan menggunakan rumus L = (b ∙ t)/2. Atau dengan kata lain, t= 2L/b. Sehingga,
Substitusi Tinggi
Apabila segitiga diketahui panjang ketiga sisinya, maka kita dapat menentukan luas segitiga tersebut dengan rumus, L= √[s ∙ (s – a)(s – b)(s – c)], dengan s adalah setengah dari keliling segitiga, s = (a + b + c)/2. Sehingga,
Rumus Jari-jari Lingkaran Luar
  • Melukis Lingkaran Dalam Segitiga
Lingkaran dalam segitiga adalah lingkaran yang menyinggung semua sisi dari suatu segitiga. Sehingga sisi-sisi segitiga tersebut tegak lurus dengan jari-jari lingkaran. Perhatikan gambar berikut!
Lingkaran Dalam Segitiga
Lingkaran O adalah lingkaran dalam dari segitiga ABC. Sekarang perhatikan bahwa EO = DO dan OA = OA, sehingga segitiga AEO dan segitiga ADO merupakan segitiga-segitiga yang kongruen. Sehingga sudut-sudut yang bersesuaian, yaitu sudut OAE dan sudut OAD sama besar. Oleh karena itu, garis AO merupakan garis bagi sudut DAE.
Dari uraian di atas, titik pusat lingkaran dalam segitiga merupakan perpotongan dari garis-garis bagi dari semua sudut segitiga tersebut. Berikut ini langkah-langkah dalam melukis lingkaran dalam segitiga.
  1. Lukislah garis bagi dari dua sudut dalam segitiga. Titik perpotongan garis-garis bagi tersebut merupakan titik pusat dari lingkaran dalam segitiga tersebut.
  2. Dari titik pusat tersebut, buatlah garis yang tegak lurus dengan salah satu sisi segitiga.
    Melukis Lingkaran Dalam Segitiga
  3. Dan selanjutnya, lukislah lingkaran yang berpusat di titik yang diperoleh pada langkah 1 dan melalui titik perpotongan antara garis yang diperoleh pada poin 2 dan sisi segitiga yang tegak lurus dengan garis tersebut.
Agar lebih memahami dalam melukis lingkaran dalam segitiga, perhatikan ilustrasi berikut ini.
Melukis Lingkaran Dalam Segitiga
  • Menentukan Jari-Jari Lingkaran Dalam Segitiga
Lingkaran dalam segitiga merupakan lingkaran yang memiliki titik pusat di perpotongan garis bagi dari ketiga sisi suatu segitiga. Sifat dari lingkaran dalam segitiga adalah bahwa lingkaran tersebut memotong masing-masing sisi segitiga tepat pada satu titik potong.
Lingkaran Dalam Segitiga
Pada pembahasan sebelumnya, kita telah berlatih untuk melukis lingkaran dalam dari suatu segitiga. Lalu, bagaimana kita dapat menentukan panjang jari-jari lingkaran dalam tersebut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan permasalahan mengenai lingkaran dalam segitiga berikut :
Pak Hasan membangun tokonya tepat di tengah-tengah 3 jalan yang membentuk segitiga, sehingga jarak antara toko tersebut dengan ketiga jalan yang mengelilinginya adalah sama. Panjang ketiga jalan yang mengelilingi toko Pak Hasan tersebut secara berturut-turut adalah 500 meter, 600 meter, dan 800 meter.
Dari permasalahan di atas, dapatkah kita menentukan jarak antara toko Pak Hasan dengan ketiga jalan yang mengelilinginya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perhatikan bahwa toko Pak Hasan memiliki jarak yang sama dengan ketiga jalan yang mengelilinginya. Kita dapat menduga bahwa toko Pak Hasan merupakan titik pusat dari lingkaran yang memotong ketiga jalan tersebut tepat di satu titik. Atau dengan kata lain, toko Pak Hasan merupakan titik pusat dari lingkaran dalam segitiga yang dibentuk oleh ketiga jalan yang mengelilinginya. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut.
Toko Pak Hasan
Untuk menentukan jarak antara toko Pak Hasan dengan ketiga jalan yang mengelilinginya, sama saja dengan menentukan jari-jari lingkaran dalam yang terlihat pada gambar di atas.
  1. Menemukan Rumus Jari-jari Lingkaran Dalam Segitiga
Diberikan suatu segitiga yang panjang ketiga sisinya adalah a, b, dan c. Untuk menentukan jari-jari lingkaran dalam segitiga tersebut, perhatikan gambar berikut.
Rumus Jari-jari Segitiga Dalam
Luas dari segitiga paling kanan dapat ditentukan dengan dua cara. Cara pertama dengan menggunakan rumus.
L = √[s(s – a)(s – b)(s – c)] dengan s adalah setengah keliling segitiga atau s = (a + b + c)/2. cara kedua adalah dengan menjumlahkan daerah warna orange, hijau, dan biru. Luas daerah warna orange adalah (a × r)/2, luas daerah warna hijau adalah (b × r)/2, sedangkan luas daerah warna biru adalah (c × r)/2. Sehingga,
Menurunkan Rumus Jari-jari Lingkaran Dalam
Sehingga, untuk sembarang segitiga yang memiliki panjang sisi a, b, dan c, serta s adalah setengah dari kelilingnya, maka jari-jari lingkaran dalamnya dapat ditentukan sebagai berikut.
Jari-jari Segitiga Dalam
Dengan rumus di atas, kita dapat menentukan jarak antara toko Pak Hasan dengan ketiga jalan yang mengelilinginya. Karena panjang ketiga jalan yang mengelilinginya secara berturut-turut adalah 500 meter, 600 meter dan 800 meter, maka s = (500 + 600 + 800)/2 = 950. Sehingga jaraknya dapat ditentukan sebagai berikut.
Jarak Toko Pak Hasan
Jadi, jarak antara toko Pak Hasan dengan ketiga jalan yang mengelilinginya adalah 157,7 meter. Seperti itulah cara untuk menentukan jari-jari lingkaran dalam segitiga
Semoga bermanfaat, Indri Jamelah

Sumber :
http://indritewe.wordpress.com/2013/10/16/lingkaran-luar-dan-dalam-segitiga/

Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus Kuadrat

Pada pembahasan ini kita akan menentukan suatu rumus yang dapat digunakan untuk menentukan selesaian dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0. Sebelum itu, kita akan mencoba untuk menyelesaikan persamaan kuadrat 2x2 + 5x + 3 = 0. Perhatikan langkah-langkah dalam menyelesaikan 2x2 + 5x + 3 = 0 dengan melengkapkan kuadrat berikut.
Persamaan Kuadrat 1
Sehingga diperoleh selesaian-selesaian dari persamaan kuadrat di atas adalah x = –1 dan x = –3/2. Berdasarkan langkah-langkah di atas, kita akan menentukan suatu rumus yang dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0.
Rumus Kuadrat
Solusi-solusi dari persamaan kuadrat ax2 + bx + c = 0 di atas selanjutnya disebut sebagai rumus kuadrat, yang dapat digunakan untuk menyelesaikan semua persamaan kuadrat.
Rumus Kuadrat
Jika ax2 + bx + c = 0, dengan a, b, c bilangan real dan a ≠ 0, maka
Rumus Kuadrat I
atau dapat dituliskan menjadi,
Rumus Kuadrat II
Catatan Perlu diketahui bahwa nilai a, b, dan c diperoleh dari persamaan kuadrat yang ditulis ke dalam bentuk standar. Untuk 3x2 – 5x = –7, a = 3, b = –5, tetapi c ≠ –7! Bentuk standar dari persamaan tersebut adalah 3x2 – 5x + 7 = 0, sehingga nilai c dari persamaan tersebut adalah 7.
Contoh 1: Menyelesaikan Persamaan Kuadrat dengan Rumus Kuadrat
Selesaikan persamaan 4x2 + 1 = 8x dengan menggunakan rumus kuadrat. Nyatakan solusi-solusinya dalam bentuk eksak dan bentuk desimalnya (tiga angka di belakang koma). Ujilah salah satu selesaian eksaknya ke dalam persamaan.
Pembahasan Persamaan kuadrat 4x2 + 1 = 8x memiliki bentuk standar 4x2 – 8x + 1 = 0. Sehingga dari bentuk standar tersebut kita peroleh a = 4, b = –8, dan c = 1. Selanjutnya kita tentukan selesaian-selesaian dari persamaan kuadrat tersebut dengan rumus kuadrat.
Contoh 1
Selanjutnya kita uji salah satu selesaiannya, yaitu x = 1 + √3/2 ke dalam persamaan.
Uji Solusi
Setelah kita uji, ternyata selesaian tersebut memenuhi persamaan kuadrat tersebut.

Sumber : http://yos3prens.wordpress.com/2013/11/05/menyelesaikan-persamaan-kuadrat-dengan-rumus-kuadrat/comment-page-1/

Kurikulum 2006 dan 2013 Resmi Berlaku 12 Desember

Dengan adanya permendikbud ini, masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan akan menjadi lebih pasti dalam pelaksanaan Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.
Peraturan menteri ini ditetapkan pada 11 Desember 2014 dan mulai berlaku efektif pada tanggal diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu pada 12 Desember 2014. Demikian siaran pers Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud yang diterima detikcom, Rabu (17/12/2014).
Mendikbud menyampaikan, permendikbud ini di satu sisi lebih menguatkan keputusan yang tertuang pada surat edaran Mendikbud untuk para kepala sekolah tertanggal 5 Desember 2014. “Sementara, di sisi lain adalah untuk mengatur lebih detail mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006,” katanya di kantor Kemdikbud, Jl Sudirman,Jakarta, Rabu.

Pasal 1 Permendikbud itu menyatakan,
satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang melaksanakan Kurikulum 2013 sejak semester pertama pada Tahun Pelajaran 2014/2015 kembali melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 mulai semester kedua Tahun Pelajaran 2014/2015
sampai ada ketetapan dari Kementerian untuk melaksanakan Kurikulum 2013.
Pasal 2 menyebutkan,
satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang telah melaksanakan Kurikulum 2013 selama 3 semester tetap menggunakan Kurikulum 2013.
Sekolah-sekolah itu merupakan satuan pendidikan rintisan penerapan Kurikulum 2013.

“Sekolah tersebut dapat berganti melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 dengan melaporkan kepada dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya,” jelas Mendikbud.

Sementara, satuan pendidikan usia dini dan satuan pendidikan khusus melaksanakan Kurikulum 2013 sesuai ketentuan perundang-undangan.

Pada pasal lainnya disebutkan, satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum Tahun 2006 paling lama sampai dengan Tahun Pelajaran 2019/2020.

"Satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah yang belum melaksanakan Kurikulum 2013 mendapatkan pelatihan," kata Mendikbud.

Ketentuan lebih lanjut mengenai Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diatur dalam peraturan menteri tersendiri.

Adapun hal-hal yang belum diatur terkait dengan prosedur pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 dan 2 diatur oleh Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah setelah berkoordinasi dengan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

“Dengan adanya permendikbud ini, masyarakat dan pemangku kepentingan dunia pendidikan akan menjadi lebih pasti dalam pelaksanaan Kurikulum 2006 maupun Kurikulum 2013," ujar Menteri Anies.

Sumber : http://aniesbaswedan.com

Kurikulum Pendidikan Indonesia tahun 1947

Perjalanan kurikulum pendidikan nasional, diawali dari tahun 1947 tepat dua tahun setelah Indonesia merdeka. Sebagai sebuah bangsa yang baru saja terbebas dari penjajah, maka banyak aspek kehidupan kebangsaan yang perlu ditata secara mandiri, termasuk di dalamnya adalah pendidikan. Sebenarnya pendidikan telah diselenggarakan masayarakat dalam lingkup kedaerahan, baik yang bersifat keagamaan maupun kecakapan hidup atau keterampilan. “Saat itu pendidikan diartikan memberi pengertian dan contoh-contoh. Pendidikan bertujuan pula mengarahkan pengetahuan, memberi pengertian tentang nilai-nilai hidup, nilai-nilai kesusilaan, nilai-nilai keindahan dan ketuhanan (PGRI, 6)”.



Pendidikan yang pada mulanya bersifat kedaerahan tersebut, pada akhirnya berkembang menjadi sebuah sistem pendidikan yang berlaku sama secara umum karena Belanda mengenalkan sistem pendidikan formal dalam bentuk sekolah. Sehingga melalui sekolah ini dikenalkan adanya materi pelajaran yang dipelajari, jenjang kelas, sistem penilaian dan sebagainya. Pendirian sekolah oleh Belanda berlangsung pada tahun 1600-an. Kemudian pada 1684 seiring dengan semakin kompleksnya penyelenggaraan pendidikan maka untuk pertama kali Belanda membuat Undang-undang sekolah, yang isinya antara lain (PGRI, 2008: 7): a) Sekolah yang akan didirikan harus dengan izin pemerintah Belanda, b) Jam sekolah berlangsung mulai pukul 08.00-11.00 atau pukul 14.00-17.00, c) Pelajaran campuran murid laki-laki dan perempuan dilarang, d) Hari libur dan uang sekolah diatur pemerintah, e) Sekolah-sekolah harus dipantau 2 kali setahun.
Secara umum mata pelajaran yang dipelajari di sekolah Belanda adalah membaca, menulis, berhitung dan sembahyang. Hal yang khas dari sistem pendidikan Belanda adanya pembedaan sekolah antara rakyat pribumi dengan anak-anak bangsawan dan anak-anak Belanda. Sistem sekolah Belanda tersebut terus berlangsung selama pemerintahan Belanda, hingga Belanda kalah dari sekutu. Akibat dari kekalahan itu, Indonesia dikuasai oleh Jepang, maka berubahlah sistem pendidikan yang diselenggarakan. Pada zaman Jepang, perubahan yang terjadi adalah tidak adanya pembedaan jenis sekolah, mulai berlakunya jenjang kelas yang berlaku secara umum, berlakunya lama waktu sekolah pada setiap jenjang pendidikan secara menyeluruh, dan dominasi aktivitas pertahanan Negara.
Melalui sejarah penyelenggaraan sistem pendidikan yang memiliki berbagai corak tersebut, maka ketika telah merdeka, Indonesia mulai menata sistem pendidikannya. Pendidikan pada masa-masa awal kemerdekaan berada di bawah kendali Suryadi Suryaningrat yangmenjabat sebagai Menteri Pengajaran dan menyusun kurikulum 1947. Sebenarnya pada tahun 1947 tersebut, kurikulum lebih dikenal dengan leer plan (dalam bahasa Belanda) yang artinya “Rencana Pelajaran”. Suasana pendidikan yang diselenggarakan lebih berkaitan dengan upaya-upaya menjadi manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat, yang sejajar dengan bangsa lain.Lebih spesifik lagi, pada tahun 1947 ini kelompok kerja yang bertugas menyusun konsep pendidikan, telah merumuskan tujuan pendidikan nasional. Tujuan pendidikan nasional pada saat itu adalah untuk mendidik warga Negara yang sejati yang bersedia menyumbangkan tenaga dan pikiran untuk Negara dan masyarakat. Dengan kata lain, tujuan pendidikan nasional pada masa itu menekankan pada penanaman semangat dan jiwa kepahlawanan (patriotisme ). 

Sistem pendidikan yang diselenggarakan berupaya memahami kebutuhan masyarakat pada saat itu dan juga mengupayakan hilangnya bayang-bayang sistem pendidikan belanda dan jepang yang tidak relevan lagi. Upaya tersebut merupakan konsekuensi logis dari berubahnya beragam aspek yang ada dalam dinamika masyarakat. Sehingga proses pembelajaran lebih mengupayakan berkembangnya domain afeksi, dibanding domain kognitif dan psikomotorik. Selain itu, proses pembelajaran masih berpusat pada guru, hal tersebut masih berlangsung karena situasi pembelajaran masih kental dengan situasi pembelajaran pada masa sebelumnya. Namun, guru mengupayakan pembelajaran berkaitan dengan kehidupan siswa sehari-hari.
Sesuai dengan namanya Rencana Pembelajaran memuat serangkaian mata pelajaran yang harus dipelajari oleh siswa sesuai dengan jenjangnya. Mata pelajaran tersebut umumnya berkaitan dengan membaca, menulis, berhitung, keterampilan serta budi pekerti. Mata pelajaran yang berbasiskan perkembangan ilmu pengetahuan pun telah berupaya dipelajari pada masa ini, seperti adanya mata pelajaran ilmu alam, ilmu hayat, ilmu dagang dan ilmu bumi. Pada proses belajar-mengajar, pada masa ini pun terdapat sistem penilaian yakni ujian harian, ujian caturwulan dan ujian penghabisan pada tingkat akhir setiap jenjang.
Pada beberapa literatur menyatakan bahwa kurikulum 1947 baru dapat direalisasikan oleh seluruh sekolah pada tahun 1950. Hal tersebut berkaitan dengan situasi dan kondisi kemasyarakatan yang terjadi pada saat itu yang masih belum seluruhnya dapat melaksanakan kurikulum 1947.   
Referensi: Hidayat, Sholeh. 2013. Pengembangan Kurikulum Baru. Bandung: PT Rosada Karya
PGRI dan Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Seratus Tahun Perjuangan Guru Indonesia. Jakarta
 
Sumber : http://www.eurekapendidikan.com/2014/11/kurikulum-pendidikan-nasional-tahun-1947.html

Seperti apa Kurikulum di Jepang?

Kualitas pendidikan di Jepang memang tak perlu dipertanyakan lagi, jika melihat berhasilnya Jepang untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah kurikulum pendidikan di negara tersebut. Tak hanya di Indonesia yang gemar ganti kurikulum pendidikan, negara maju seperti Jepang pun kerap ganti kurikulum. Perubahan tersebut mau tidak mau membawa dampak perubahan permintaan kualifikasi dan kompetensi pendidik di Jepang.
Menurut Ahmad Sentosa dalam artikel berjudul Kurikulum dan Kompetensi Guru di Jepang, Ia menjelaskan untuk level pendidikan taman kanak-kanak (TK), di Jepang lebih cenderung merupakan lembaga pengembangan dan pelatihan kebiasaan sehari-hari. Karena itu pendidikan di level TK bukanlah pengajaran, tatapi lebih tepat disebut pendidikan.

Sedangkan untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), sifat dan karakteristik kurikulum di Jepang hampir sama dengan kurikulum SD di Indonesia.Hanya yang membedakan adalah pada mata pelajaran kebiasaan hidup yang umumnya diajarkan di kelas 1 dan 2. Tujuan utama diajarkan mata pelajaran ini adalah untuk mengenalkan dan membiasakan anak-anak pada pola hidup mandiri. Daripada mengajarkan mata pelajaran IPA dan IPS, Jepang lebih memilih memperkenalkan tata cara kehidupan sehari-hari kepada anak-anak yang baru lulus dari tingkat TK yang lebih memfokuskan kegiatan bermain daripada belajar di dalam kelas.
Pembelajaran utama seperti bahasa Jepang dan berhitung mempunyai porsi yang lebih dibanding pelajaran lainnya. Sedangkan pelajaran moral diajarkan tidak secara khusus dalam mata pelajaran tertentu, tetapi diajarkan oleh wali kelas sejam seminggu atau diintegrasikan melalui pelajaran lain. Dan pendidikan moral sudah termasuk pada pendidikan agama (Kristen, Budha, Shinto). Selain murid disibukkan dengan pendidikan akademik, pendidikan bersifat estetik berupa musik dan menggambar juga diajarkan dalam porsi besar di kelas 1 dan 2.

Untuk pendidikan SMP, kurikulum menitik beratkan pada pendidikan bahasa Jepang, matematika, IPA dan IPS. Sedangkan pendidikan bahasa asing seperti Inggris dan Jerman tidak diwajibkan dan hanya bersifat pilhan bagi murid. Pelajaran bahasa Inggris baru dijadikan pelajaran wajib di level SMP pada kurikulum 2002. Adanya mata pelajaran pilihan seperti bahasa Jepang, IPS, matematika, IPA, musik, art, pendidikan jasmani, keterampilan, dan bahasa asing, merupakan pembeda khas antara kurikulum pendidikan SMP di Jepang dan Indonesia. Selain pendidikan utama di Jepang juga dilengkapi dengan pendidikan ekstrakurikuler seperti di Indonesia.
Dibandingkan kurikulum SD dan SMP, kurikulum SMA di Jepang paling sering berubah. Pada tingkat ini sudah diadakan sistem penjurusan seperti di Indonesia. Sifat khas kurikulum SMA adalah kompleksnya pelajaran yang diajarkan. Contohnya pelajaran bahasa Jepang yang mulai dikelompokkan menjadi literatur klasik dan modern. Penjurusan dilakukan di kelas 3, jurusan yang ada meliputi IPA dan budaya/sosial. tetapi seiring berjalannya waktu penjurusan mengalami perkembangan karena banyaknya lulusan SMA yang memilih akademi yang terkait dengan teknik, pertanian, perikanan, kesejahteraan masyarakat, dan lain lain.

Bukan hanya di Indonesia saja banyak pro dan kontra tentang kurikulum pendidikan, di jepang pun kurikulum dilakukan secara top down, bukan bottom up. Karenanya banyak yang tidak dapat diterapkan di sekolah secara optimal. Dan pada akhirnya mendapat protes keras dari para guru. Di Jepang memperlakukan kegiatan belajar di luar secara berkala, mereka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan lahan pertanian atau perkebunan untuk belajar memetik teh, jeruk dan menggali umbi-umbian, bahkan sampai belajar menanam padi di sawah. Di lain waktu, siswa secara berkelompok diajarkan cara menumpang kereta (densha) untuk melatih kemandirian, selain itu diselingi kegiatan wawancara dengan berbagai narasumber kemudian menjadi bahan untuk presentasi di depan kelas.
Sepertinya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tidak hanya bergantung pada sistem pendidikan itu sendiri, tapi setiap sistem dan orang di dalamnya seperti guru dan para pelajar pun harus ikut mendukung untuk mencapai visi dan misi yang sama. Jadi, Jepang dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas pun tidak semata-mata dengan hasil instan tapi dengan proses yang hampir sama dengan negara maju lain pada umumnya. Karena seperti yang dikatakan sebelumya proses kurikulum di Jepang pun tidak lepas dari kata bongkar pasang, tapi dengan loyalitas para pengajar dan tingkat kedisiplinan pelajar akhirnya dapat menciptakan banyak SDM berkualitas.

Sumber : http://nararya-wijaya-fkh07.web.unair.ac.id/artikel_detail-98552-Sosial-Seperti%20apa%20sistem%20kurikulum%20pendidikan%20di%20Jepang.html